Kamis, 31 Oktober 2013

Film Animasi Tiga Dimensi

Mulai Kamis (24/10/2013) lalu para pengunjung bioskop akan mendapatkan tontonan berbeda dari biasanya. Mereka akan disuguhi sebuah mahakarya film animasi tiga dimensi atau 3D, yang berkisah tentang petualangan seorang anak. Lalu apa istimewanya?

Film ini bukan film Hollywood garapan orang Barat, yang selama ini sering menghiasi layar lebar Tanah Air, tetapi 100 persen karya anak bangsa. Lebih istimewa lagi, film ini dibesut oleh para pelajar SMK.

Film berjudul Petualangan Si Adi ini berdurasi 90 menit. Diproduksi oleh Batavia Pictures bekerja sama dengan Castle Production, film bergenre komedi aksi ini menceritakan tentang petualangan seorang anak SMK mencari pusaka-pusaka di Nusantara. Ditemani oleh robotnya yang canggih, B10, mereka menumpas kejahatan yang ditebarkan oleh Raja Kegelapan Kokar.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud Anang Tjahjono mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung penuh penayangan film ini, mulai dari proses pengembangan sampai eksekusi akhir. Lebih dari itu, kata Anang, dukungan diberikan mulai dari pemberian bantuan komputer ke sekolah sampai bimbingan yang diberikan oleh guru.

"Prosesnya beberapa tahun, mulai dari film serial sampai menjadi film layar lebar," kata Anang di Kemdikbud, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Anang mengatakan, pihaknya mendorong para pelajar SMK untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk bermutu. Dengan terus mengasah kemampuannya, dia melanjutkan, para siswa akan semakin pandai dan dapat bekerja sama dengan industri.

"Kalau bisa produknya tidak hanya untuk konsumsi praktikum, tapi bisa dinikmati (masyarakat)," ujarnya.

Adapun sekolah yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9 Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang, SMKN Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi.

Anang menambahkan, setelah membuat film ini, para pelajar SMK tentunya memiliki pengalaman lebih banyak. Hal ini, kata dia, bisa dijadikan sebagai modal untuk bekerja di industri animasi atau bahkan berwirausaha sendiri.

"Jadi, siswanya membuat industri perusahaan animasi dengan bimbingan guru-gurunya. Targetnya, anak-anak menjadi berwirausaha," ujarnya.

Nah, tunggu apalagi, segera sambangi bioskop XXI dan 21 di kota Anda dan dukung terus kreasi-kreasi anak bangsa! Kota-kota yang sudah mulai menayangkan adalah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Akan tayang juga di Kota Bogor, Semarang, Solo, Malang, Binjai, Palembang, Samarinda, dan Makassar.

Jumat, 27 September 2013

Basuki Tjahaja Purnama

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan angka kecelakaan yang mengakibatkan kematian di Jakarta sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dimilikinya, pada tahun 2012 Jakarta menduduki urutan nomor tiga di tingkat nasional sebagai korban terbanyak dalam kecelakaan lalu lintas. Jumlah tersebut didominasi dari pengendara sepeda motor.

Ahok sapaan Basuki menjelaskan, di negara maju tingkat kematian lebih rendah. "Di luar negeri kematian pengendara motor per hari tiga orang. Di Indonesia parah. Kematian pengendara motor tiga orang per jam," katanya, Jumat 17 September 2013.

Dia menjelaskan, banyak faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Mulai kondisi jalan hingga kondisi pengemudi saat mengendalikan motor. Untuk menekan angka kecelakaan tersebut, dia mendorong pengguna sepeda motor beralih ke transportasi massal.

"Kita lagi tambah bus. Kita juga upayakan ke depan bus gratis. Ini kan jadi lebih aman. Selain itu kemacetan juga bisa dikurangi," katanya.

Selain itu Ahok sedang menghitung dan menyiapkan tempat parkir yang murah. "Kita lagi rumuskan berapa tiket parkir motor. Kalau pakai harga sekarang per jam Rp 2000 dikali 10 jam kan Rp 20.000 per hari. Kasihan juga yang punya motor. Bonyok dia," katanya.

Sebelumnya mantan anggota DPR RI ini pernah mengatakan beban transportasi dalam Kebutuhan Hidup Layak (KHL) masih terlalu tinggi. "Saat ini transportasi mengambil porsi 30 persen dari total KHL sebesar Rp 2,2 juta setiap bulannya. Idealnya porsi biaya transportasi tidak lebih dari 15 persen dari KHL," ujarnya.